DOWNLOAD NATIONAL ANTHEM OF INDONESIA

Local Searching on Terbit Mimpiku

Custom Search

Jumat, 17 Januari 2014

LP TEKNIK KOMPILASI PERTEMUAN 4


LP TEKNIK KOMPILASI PERTEMUAN 4

MATERI : Code Generator

1). Apa perbedaan compilator dengan interpreter ?

2). Apa yang dimaksud dengan kode objek ?

3). Apa yang dimaksud dengan optimization code ?

4). Apa yang dimaksud dengan intermediate code ?

Jawab :

1). Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.

Sedangkan Compiler sendiri adalah program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman.Perangkat lunak yang melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler, output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda.

Untuk lebih jelas mengenai perbedaan antara Interpreter dengan Compiler, ada baiknya saya jelaskan lebih terperinci mengenai dua hal ini.

Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :
a. Jika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.

b. Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam dua tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.

c. Jika compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.

d. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.

e. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan.

2). Kode Objek atau berkas obyek (Bahasa Inggris: Object Code, Object File) adalah suatu kode yang dihasilkan oleh suatu proses kompilasi yang bisa bermacam-macam bentuknya tergantung pada target yang diinginkan. Kode obyek bisa berupa bahasa rakitan (assembly) atau bahasa mesin.

3). Code Optimization adalah melakukan optimasi (penghematan ruang dan waktu komputasi), jika mungkin terhadap kode antara (Intermediate Code).

4). Kode antara (Intermediate Code) adalah sebuah representasi yang disiapkan untuk mesin abstrak tertentu. Dua sifat yang harus dipenuhi oleh kode antara adalah :

a). Dapat dihasilkan dengan mudah

b). Mudah ditranslasikan menjadi program sasaran (target program)

      Representasi kode antara biasanya berbentuk perintah tiga alamat (three-address code), baik berbentuk quadruples ataupun triples.

Sabtu, 28 Desember 2013

PROPOSAL PEMBUATAN MESIN ABSENSI BERBASIS WEB

PROPOSAL PEMBUATAN MESIN ABSENSI BERBASIS WEB


I.         PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

            Sejalan dengan modernisasi disegala bidang karena semakin majunya teknologi. Suatu perusahaan sebaiknya dapat bekerja dengan cepat, disiplin, dan tepat waktu. Hal tersebut dimaksudkan agar perusahaan dapat terus berjalan dan bertahan dalam persaingan yang kompetitif. Sistem pengisian absensi yang digunakan juga harus tepat dan akurat. Hal ini akan menunjang kelancaran aktivitas di perusahaan atau instansi dalam kegiatan sehari-harinya.
Dengan masih digunakannya sistem absensi karyawan yang masih menggunakan cara manual. Maka ditakutkan akan terjadi beberapa kesalahan yang diantaranya seperti pemalsuan tanda tangan dikertas absensi, hilangnya berkas-berkas absensi, dan lain-lain.
Dengan terjadinya masalah diatas, maka diperlukan sarana yang dapat mengantisipasi hal-hal tersebut.Adapun salah satu alternatif yanng dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menerapkan sistem absensi berbasis web dalam suatu perusahaan atau instansi untuk mengolah jumlah kehadiran dan jam kerja karyawan. Dengan sistem ini diharapkan dapat diperoleh data secara tepat, cepat dan lebih efisien.

II.      MAKSUD DAN TUJUAN

Pembuatan aplikasi absensi berbasis web ini sebagai upaya pemanfaatan teknologi informasi di dunia kerja guna mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi ketika menggunakan absensi manual.
Disamping itu kami ingin ikut memberikan kontribusi didunia usaha, karena dunia usaha merupakan wadah yang strategis dalam memperkenalkan pemanfatan teknologi informasi.
Dengan demikian aplikasi absesnsi berbasis web yang kami buat nantinya diharapkan dapat menjadi contoh dan solusi yang tepat dan bermanfaat bagi dunia usaha dalam pemanfaatan teknologi informasi.

III.   MANFAAT

Aplikasi Yang bisa kami tawarkan antara lain :
1. Absensi karyawan berbasis Web

Manfaat yang bisa diambil :
a.       Dapat diakses darimanapun dan kapanpun. Ini adalah kelebihan unggul mesin absensi berbasis web yang tidak ditemui pada mesin absensi jenis lainnya. Perusahaan yang mempunyai cabang di area lain atau divisinya berlokasi di berbagai daerah dapat menggunakan “all-in-one” mesin absensi karena sistem dapat diakses melalui internet yang kemudian dapat di-manage oleh staf HR dan pimpinan kantor.
  1. Data yang diperoleh akurat. Username dan password untuk mengabsen hanya dapat diakses oleh masing-masing karyawan itu sendiri untuk menjaga privasi. Itu berarti data absensi karyawan yang masuk ke sistem akurat.

IV.   DATA PERUSAHAAN

Nama        :           WH CREATIVE MUDA
Alamat     :           Jalan abcde No. 48, Jakarta
Telp.         :           02291234567
WH CREATIVE MUDA didirikan pada tahun 2010 yang dikembangkan dengan menjunjung tinggi tanggung jawab kerja. Kekecewaan klien adalah hal nomor satu yang harus dihindari, sehingga untuk setiap langkah yang diambil, kepuasan klien menjadi satu-satunya acuan. WH CREATIVE MUDA dibangun di atas dasar pengalaman matang para pendirinya serta didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

IV.1. SUSUNAN KEANGOTAAN

1. Project Manager      :           AAAA
2. Analis                      :           BBBB
3. Desainer                  :           CCCC
4. Programer                :           DDDD
5. Pengumpul Data     :           EEEE
6. Sekretaris                :           FFFF

V.      PERSETUJUAN KERJA

Pemesanan akan dituangkan dalam PO dan MOU pembayaran, yaitu:
  • Pembayaran I, DP 50% pd saat PO dikeluarkan.
  • Pembayaran II, pelunasan max 14 hari dari tanggal Faktur. (atau sesuai dengan agreement/perjanjian tertulis)
  • Harga dapat disesuaikan dengan jumlah order sebenarnya (negotiable).

VI.   PENUTUP

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami akan sangat berterima kasih apabila pihak bapak/ibu dapat memberikan balasan berupa jawaban atas penawaran yang kami ajukan. Atas perhatiannya kami ucapakan banyak terima kasih.




Jakarta, 28 Desember 2013


   Hormat Kami,


Project Manager                                                                                  Sekretaris





       AAAA                                                                                             FFFF





----------------------------------------------------
KELOMPOK :   - Adi Bawhika : 534101999
                             - Irfan Hakim : 53410602
                             - Faried Latief Apriano Amnur : 52410620
                             - Wawan Hermawan : 58410466 

Jumat, 08 November 2013

CONTOH DOKUMEN LEGAL ASPEK PENDIRIAN PERUSAHAAN

PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA


1). Sebutkan dan jelaskan contoh dokumen legal aspek pendirian perusahaan !
Misal : NPWP, SIUP, dll.

Jawab :

1a). NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

            Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Adapun fungsi NPWP adalah : 

a.  Sebagai sarana dalam administrasi perpajakan
b.  Sebagai tanda pengenal diri dan identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan
c.  Menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi perpajakan
d.  Dicantumkan dalam setiap dokumen perpajakan

Dibawah ini adalah gambar dari NPWP :

1b).    SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)

            Surat ijin usaha perdagangan (SIUP) adalah surat yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha. Surat ini dikeluarkan oleh instansi Pemerintah, yaitu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau wilayah domisili perusahaan tersebut. Surat ini berlaku selama perusahaan masih terus berjalan. SIUP dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan modal dan kekayaan perusahaan yang bersangkutan, yaitu :

a). SIUP besar, akan diberikan kepada perusahaan yang modal dan kekayaanya dalam
akta pendirian berjumlah di atas Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyard keatas).

b). SIUP sedang, akan diberikan kepada kepada perusahaan yang modal dan kekayaanya dalam akta pendirian berjumlah di atas Rp 5.000.000.000,- (lima Ratus Juta Rupiah -10 Milyard).

c). SIUP kecil, akan diberikan kepada kepada perusahaan yang modal dan kekayaanya dalam akta pendirian berjumlah sampai dengan Rp 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah - Rp. 500jt).

Syarat SIUP  :

1. Copy Akta pendirian dan perubahan terakhir
2.  Copy SK Pengesahan Akta Pendirian dan Akta perubahan terakhir
3. Copy KTP Dirut
4. Asli Domisili perusahaan yang masih berlaku
5. Copy NPWP Perusahaan
6. Pasphoto 3x4 3 lembar berwarna
Dibawah ini adalah contoh gambar dari SIUP :



1c). AKTA NOTARIS

Apapun bentuk usahanya PT, CV, Fa, Koperasi, UD dll pasti hal pertama dalam perijinan adalah akta notaris. Akta Notaris ini dibuat oleh Notaris. Jadi kalau mau membuat akta notaris datang aja ke notaris. Tapi jangan lupa sebelum membuat akta notaris persiapkan dulu :

a. Bentuk badan hukum (PT, CV, atau yang lainnya)

b. Nama perusahaannya (Untuk PT harus 3 kata)

c. Siapa yang menjadi Komisaris, Direktur Utama, Direktur dll.

d. Berapa modal awalnya ? khusus PT (perusahaan kecil sampai 200jt, perusahaan menengah  200 jt-500 jt, perusahaan besar lebih dari 500jt)

e. Biasanya notaris akan mengecek nama yang kita ajukan, jangan sampai nama tersebut sudah ada, kalau belum ada yang pakai  dinyatakan oke . Dan jangan lupa juga harus tertulis usaha yang benar-benar akan kita jalani. Untuk biayanya tidak sama setiap notaris. Bisa-bisanya kita menawar,  untuk CV Notaris mau Rp 500.000 untuk PT agak mahal, mintanya Rp 1.000.000.

Dibawah ini adalah contoh gambar dari Akta Notaris :



1d). SPT Pajak

            Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan pajak yang terutang sesuai dengan jenis pajak/SPT Masanya atas kegiatan yang dilakukan dalam satu bulan kalender. Misal : SPT Masa PPh Pasal 22 Masa Januari 2013 berarti pelaporan atas pembayaran pajak yang terutang PPh Pasal 22 selama bulan Januari 2013. Jenis Surat Surat Pemberitahuan ( SPT) Masa antara lain :

a. SPT Masa PPh Pasal 21 dan atau Pasal 26.

b. SPT Masa PPh Pasal 22.

c. SPT Masa PPh Pasal 23 dan atau Pasal 26.

d. SPT Masa PPh Pasal 25  Badan.

e. SPT Masa PPh Pasal 25 Orang Pribadi.

f. SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2.

g. SPT Masa PPh Pasal 15.

h. SPT Masa PPN 1111.

i. SPT Masa PPN 1111DM.

j. SPT Masa PPN 1107 Put.

            SPT Masa Dalam Praktek Perpajakan :

          Tidak semua Wajib Pajak mempunyai kewajiban untuk menyetor dan melaporkan SPT Masa, untuk mengetahuinya maka perlu melihat Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang diterima pada waktu memperoleh NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) yang diterima pada saat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

Dibawah ini adalah contoh gambar SPT Pajak :



1e). TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

TDP (Tanda Daftar Perusahaan) adalah salah satu bukti atas Perusahaan/Badan Usaha telah melakukan Wajib Daftar Perusahaan berdasar Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982 Mengenai “WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN”. TDP (Tanda Daftar Perusahaan) harus dan wajib dimilki oleh suatu perusahaan/badan usaha Penanaman Modal Asing (PT-PMA), PT Non PMA, CV, Koperasi, Firma atau perusahaan perorangan yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaten cq. Kantor Pendaftaran Perusahaan.

PROSEDUR PERMOHONAN TDP :

a. Bagi permohonan TDP badan usaha KOPERASI maka badan usaha/perusahaan harus terlebih dahulu mendapatkan Pengesahan Akta Pendirian/Perubahan dari Instansi Terkait.

b. Bagi permohonan TDP badan usaha/perusahaan PT-PMA, PT Non PMA, dan Yayasan maka badan usaha/perusahaan harus  terlebih dahulu mendapatkan Pengesahan Akta Pendirian/Perubahan dari Menteri Kehakiman & HAM RI, atau persetujuan dan atau setelah tanggal penerimaan laporan.

c. Bagi permohonan badan usaha/perusahaan CV atau perusahan perorangan maka badan usaha/perusahaan harus terlebih dahulu didaftarkan kepengadilan negeri setempat sesuai dengan Domisili Perusahaan.

d. Perusahaan mengambil formulir, mengisi, menandangani permohonan dan mengajukan permohonan TDP pada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaten cq. Kantor Pendaftaran Perusahaan, sesuai domisili perusahaan.

e. Petugas dari Kantor Pendaftaran Perusahaan akan memeriksa dan meneliti, jika memenuhi syarat WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN, maka sertifikat TANDA DAFTAR PERUSAHAAN akan dikeluarkan.

PERSYARATAN TDP :

1).  ASLI SK. Menteri Hukum & HAM RI dan Laporan perubahan Akta.

2).  Copy Akta Pendiran (asli diperlihatkan)

3). Copy Perubahan-perubahannya termasuk perubahan Modal, Kepemilikan Saham dan Perubahan Pengurus (asli diperlihatkan)

4).  Copy Ijin Persetujuan Investasi dari BKPM untuk PMA/PMDN (asli diperlihatkan)

5).  Copy Surat Keterangan Domisili Perusahaan (asli diperlihatkan)

6).  Copy SIUP/SIUJPT/SIUPAL atau Izin Operasional Lainnya (asli diperlihatkan)

7).  Copy KTP Pengurus (Direksi & Komisaris) atau Pasport jika Pengurus adalah WNA

8). Copy KTP Pemegang Saham atau Pasport jika WNA atau NPWP dan SK Menteri Kehakiman apabila Pemegang Saham adalah PT, Koperasi atau Yayasan

9).  Copy Pasport jika pengurus dan pemegang saham Warga Negara Asing

10). Asli TDP untuk Perubahan atau Perpanjangan

Dibawah ini adalah contoh gambar TDP (Tanda Daftar Perusahaan) :



1 f). Surat Izin Usaha Industri (SIUI)

Izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha industri secara legal di wilayah daerah tertentu.


1g). Surat Keterangan Domisili Perusahaan



1h). Surat Izin Gangguan



1i). Surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

Surat IMB adalah izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan membangun yang dapat diterbitkan jika rencana bangunan dinilai telah memenuhi ketentuan yang meliputi aspek pertanahan, aspek planologis, aspek teknis, aspek kesehatan, aspek kenyamanan dan aspek lingkungan.



2). Bagaimana mekanisme untuk mendapatkan projek teknologi informasi melalui tender...

Jawab :

Cara Konsultan Perencana Mendapatkan Proyek teknologi informasi melalui tender dari Bouwer (pemilik proyek), yaitu :

a. Berdasarkan Pada Petunjuk Langsung

Konsultan perencana diundang langsung oleh pemilik proyek (bouwer) dalam hal ini ada beberapa pertimbangan yang mendorong pemilik proyek yang mengadakan kerjasama yaitu berdasarkan pada pengalaman kerja yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak, prestasi kerja, atau atas referensi dan masukkan dari pihak lain tentang konsultan yang bersangkutan. Selanjutnya perencana menerima Kerangka Acuan Kerja (TOR) dari pemberi tugas sebagai acuan dan pedoman untuk pekerjaan perencanaan. Setelah menerima TOR, maka konsultan perencana membuat usulan Pra Rencana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pra Rencana ini meliputi :

1. Konsep perencanaan.

2. Design awal (denah, tampak).

3. Usulan penawaran biaya (fee) perencanaan.

Kemudian usulan design dipresentasikan kepada pemberi tugas, di mana dalam tahap ini konsultan perencana akan mendapatkan koreksi atau langsung disetujui. Apabila belum disetujui, maka konsultan harus mengadakan revisi terhadap pra rencana yang diusulkan. Setelah usulan pra rencana disetujui, maka pemberi tugas memberikan surat perintah (SPK) sebagai dasar konsultan perencana untuk melakukan kerja sepenuhnya.

b. Berdasarkan Lelang Terbuka

Proyek yang akan ke konsultan perencana oleh pemilik proyek diumumkan baik itu melalui media massa maupun dengan cara-cara lain yang lazim dilakukan untuk memberitahukan kepada semua konsultan perencana. Dalam hal ini semua konsultan yang sesuai klasifikasinya dan sudah memenuhi syarat sebagai rekanan pemilik proyek mengirimkan dokumen sebagai peserta lelang. Pemilik proyek kemudian mengundang konsultan yang mendaftar dan memenuhi syarat untuk mengambil lelang dan TOR. Kemudian peserta lelang dalam batas waktu tertentu membuat usulan pra rancangan dan penawaran fee perencanaan. Bouwer akan meyeleksi dan memanggil konsultan yang dianggap mengajukan usulan terbaik dalam hal ini design maupun harga fee perencanaan. Bila semua sudah disetujui maka pemberi tugas akan menerbitkan surat perintah kerja (SPK) yang berarti konsultan perencana berhak untuk melakukan perencanaan dan wajib tunduk terhadap segala ketentuan pada SPK.

c. Berdasarkan Pada Lelang Terbatas

Pada prinsipnya hampir sama dengan lelang terbuka hanya saja diundang beberapa konsultan perencana saja. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses penentuan konsultan dengan catatan rekanan yang diundang sudah diketahui reputasinya.

Referensi :
 






 




 

  


 

PRIMBON

Google+ Badge

Google+ Followers

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes